Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja

Macam-macam Celana Syar’i Pria

Celana Syar’i PriaDefinisi dari syar’i adalah sesuatu yang berdasarkan dengan ketentuan Allah SWT. Salah satunya mengenai pakaian dari kaum muslim yang harus sesuai dengan peraturan Allah SWT yang disebut dengan pakaian syar’i. Masyarakat awam mungkin berpikir bahwa syar’i hanya merujuk kepada pakaian kaum wanita yang derajatnya ditinggikan dalam Islam sehingga harus tertutup seluruh auratnya. Namun, pria pun juga berkewajiban menggunakan pakaian syar’i. Yaitu mengenakan pakaian yang hanya terbuka di bagian-bagian yang memang harus tampak ketika sholat. Salah satunya adalah harus mengenakan celana syar’i pria, di mana celana tersebut tidak boleh ketat, harus longgar, serta menggantung di atas mata kaki. Hal itu dikarenakan saat sholat, mata kaki seorang pria harus terlihat. Jika tidak, maka ibadahnya pun dianggap tidak sah. Karenanya, mengenakan celana, terutama yang menutupi mata kaki sangat tidak dianjurkan dalam Islam.

Celana syar’i pria sendiri akrab disebut dengan celana sirwal. Desain celana ini mulanya berasal dari negara-negara Islam di Timur Tengah, lalu menyebar hingga ke seluruh belahan dunia. Di Indonesia sendiri celana seperti ini baru sekitar dua atau tiga tahun belakangan ini masuk ke dalam ranah mode ketika para pesohor pria di negeri ini yang membulatkan tekad untuk berhijrah mulai berbondong-bondong mengenakan celana gombrong yang menggantung dan dipadukan dengan gamis sebagai atasan serta cambang yang lebat. Sejak dikenakan oleh para publik figur tersebutlah bermunculan beragam desain inovatif dari celana sirwal agar tidak tampak monoton ketika dikenakan dan dapat menyesuaikan dalam berbagai kesempatan.

Sebenarnya sejak dahulu, celana syar’i pria atau celana sirwal telah masuk ke Indonesia. Hanya saja kepopulerannya terbatas pada kalangan pesantren yang memang berusaha semaksimal mungkin untuk menggalakkan sunnah Rosul. Desain serta bahannya pun masih sangat terbatas. Hanya dari kain yang cukup tebal dan dipotong dengan pola lurus yang monoton dengan tujuan agar tidak tampak ketat. Belum ada merk nasional yang memproduksi, hingga terkadang harus diproduksi secara swadaya oleh pesantren. Beruntung, kini pengaruh dari para selebritis tersebut membuahkan hasil yang nyata dengan merk-merk terkenal yang berbondong memproduksi merk celana sirwal dengan berbagai desain, pilihan warna, serta dapat disesuaikan dengan tempat atau acara tujuan. Celana sirwal juga telah berhasil tampil lebih trendy dan kekinian, sehingga cocok untuk digunakan menghadiri beragam acara mulai dari formal hingga semi formal.

Macam-macam Celana Sirwal

Sebagaimana telah sedikit disinggung di atas, celana sirwal atau celana syar’i pria kini telah menjadi bagian mode kaum muslim, sehingga muncul macam-macam sirwal berbeda yang dapat dipilih oleh penggunanya berdasarkan kebutuhan :

  • Sirwal standar.

Sirwal dengan desain apa adanya, yakni potongan lurus dan longgar, serta pilihan warna yang sangat terbatas.

  • Sirwal 2 kantong

Sirwal jenis ini merupakan sirwal sederhana yang memiliki dua buah kantong di masing-masing sisi kiri dan kanannya.

  • Sirwal 4 kantong

Sirwal ini menambahkan dua saku lagi dari jenis sirwal dua kantong.

  • Sirwal tentara

Sesuai namanya, sirwal ini memiliki corak layaknya seragam tentara. Sirwal ini termasuk kategori sirwal kekinian dan cukup hits di kalangan kawula muda, bahkan bagi mereka yang pada daasarnya tidak mengertahui desain tersebut merupakan celana syar’i.

  • Sirwal kantor

Pencipta mode muslim pun menambah lengkap koleksi sirwal dengan memberikan pilihan sirwal kantor yang memang khusus didesain untuk digunakan bekerja ke kantor. Sirwal ini terbuat dari bahan pilihan yang lebih lembut dan halus dibandingkan sirwal pada umumnya. Warna yang dipilih juga mayoritas warna-warna kalem.

  • Sirwal anak

Merupakan sirwal yang sengaja didesain untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Walaupun kini celana syar’i pria telah menjadi bagian dari fashion dengan bermunculannya pilihan warna maupun model sirwal yang beragam, namun hendaknya tujuan penggunaan sirwal itu sendiri tidak bergeser menjadi niat untuk mengikuti tren atau bergaya saja. Melainkan memang panggilan dari Allah SWT kepada pribadi untuk mengikuti sunnah secara menyeluruh, termasuk dalam adab berpakaian yang tepat.

Artikel terkait :